~/blog/is-crypto-legal-in-arab-countries

Semua artikel
KriptoKriptoRegulasi HukumNegara Arab

Apakah Kripto Legal di Negara-Negara Arab? Panduan 2026

Panduan terbaru (per Juli 2026) tentang status hukum perdagangan kripto di negara-negara Arab: Arab Saudi, UEA, Mesir, Maroko, Aljazair, Yordania, Kuwait, dan Qatar.

Paperino Academy6 mnt baca
Apakah Kripto Legal di Negara-Negara Arab? Panduan 2026
Daftar isi

Pertanyaan "apakah kripto legal di negara-negara Arab?" tidak punya satu jawaban yang berlaku untuk semua. Setiap negara Arab menyikapi kripto dengan caranya sendiri: sebagian sudah membangun kerangka regulasi yang jelas, sebagian hanya memberi peringatan, dan sebagian lagi memberlakukan larangan tegas. Panduan ini menjelaskan gambaran umum di delapan negara Arab per Juli 2026, dengan catatan bahwa bidang ini bergerak sangat cepat.

Sebelum masuk ke detail, penting untuk membedakan tiga makna berbeda yang sering tertukar:

  • Alat pembayaran resmi (Legal Tender): Tidak ada negara Arab yang menetapkan Bitcoin atau kripto lain sebagai alat pembayaran resmi. Mata uang nasional tetap satu-satunya alat pembayaran resmi.
  • Diizinkan untuk diperdagangkan dan dimiliki: Apakah seseorang boleh membeli dan menyimpan kripto tanpa melanggar hukum, meskipun belum ada kerangka regulasi yang lengkap.
  • Dilarang: Apakah hukum melarang transaksi, promosi, atau penyediaan layanan terkait kripto.

Sebagian besar perdebatan berputar pada makna kedua, jadi itulah yang akan menjadi fokus kita.

Sekilas: perbandingan antarnegara

NegaraRegulator UtamaStatus Umum (per Juli 2026)
Arab SaudiBank Sentral Saudi (SAMA) dan Otoritas Pasar ModalBukan alat pembayaran yang sah; menurut pernyataan bersama regulator tahun 2018, tidak ada pihak mana pun di dalam Kerajaan yang berwenang melakukan transaksi semacam itu, dan kerangka perizinannya tidak ada
UEAOtoritas Regulasi Aset Virtual (VARA), Abu Dhabi Global Market, Otoritas Pasar Modal (sebelumnya SCA)Paling teregulasi di kawasan; platform berlisensi dan kerangka hukum yang matang
MesirBank Sentral MesirAktivitas tanpa lisensi dilarang berdasarkan UU Perbankan No. 194 Tahun 2020
MarokoBank Al-Maghrib dan Kantor DevisaDilarang resmi sejak 2017; rancangan kerangka regulasi sedang disiapkan
AljazairUndang-Undang KeuanganLarangan tegas atas kepemilikan, penjualan, pembelian, dan penggunaan
YordaniaBank Sentral YordaniaDilarang bagi bank dan lembaga keuangan; peringatan untuk individu; belum ada pengakuan resmi
KuwaitOtoritas Pasar Modal dan Bank Sentral KuwaitLarangan luas untuk pembayaran, investasi, dan penambangan komersial
QatarBank Sentral Qatar dan Qatar Financial CentreLayanan aset virtual dilarang; ada kerangka aset tokenisasi tetapi mengecualikan kripto
// note

Tabel di atas hanya merangkum arah kebijakan secara umum. Detail yang lebih spesifik (seperti pajak atau jenis aktivitas yang berlisensi) bisa sangat bervariasi di dalam masing-masing negara, dan sumber paling akurat selalu situs resmi regulator di negara Anda.

Situasi di setiap negara secara rinci

Arab Saudi

Kerajaan ini tidak mengakui kripto sebagai alat pembayaran resmi. Pernyataan yang berlaku adalah rilis bersama tahun 2018 yang dikeluarkan melalui Otoritas Pasar Modal dan diteruskan oleh SAMA: mata uang virtual bukan mata uang yang disetujui di dalam Kerajaan, situs web yang mengaku punya izin Saudi untuk menawarkannya sedang membuat klaim palsu, dan tidak ada pihak mana pun di dalam Kerajaan yang berwenang melakukan transaksi semacam itu. Per Agustus 2026 belum ada kerangka perizinan aset virtual yang diterbitkan oleh kedua lembaga tersebut, meskipun ada minat resmi yang jelas terhadap teknologi blockchain dan kemungkinan mata uang digital bank sentral.

UEA

UEA adalah negara Arab paling maju di bidang ini. Dubai membentuk Otoritas Regulasi Aset Virtual (VARA), dan ada kerangka regulasi tambahan melalui Abu Dhabi Global Market (ADGM) serta Otoritas Pasar Modal di tingkat federal — lembaga yang menggantikan Otoritas Sekuritas dan Komoditas pada 1 Januari 2026, dan Kerangka Aset Virtual-nya tertanggal 13 April 2026 menggantikan rezim SCA yang lama. Ini berarti ada platform dan perusahaan berlisensi yang beroperasi di bawah aturan yang jelas. Perlu dicatat juga bahwa Payment Token Services Regulation dari Bank Sentral, yang berlaku sejak 6 Juli 2024, melarang pedagang di UEA menerima stablecoin asing seperti USDT sebagai pembayaran barang atau jasa.

Mesir

UU Bank Sentral dan Sektor Perbankan (No. 194 Tahun 2020) mengatur bidang ini, mewajibkan lisensi dari Bank Sentral Mesir untuk setiap aktivitas penerbitan, perdagangan, atau promosi kripto. Aktivitas tanpa lisensi dianggap pelanggaran. Sejumlah pendapat keagamaan resmi juga telah dikeluarkan yang memperingatkan penggunaannya.

Maroko

Bank Al-Maghrib dan Kantor Devisa melarang transaksi kripto sejak 2017, disertai peringatan sanksi. Namun otoritas Maroko mengumumkan sedang menggarap rancangan undang-undang untuk mengatur aset digital, yang berpotensi mengubah gambaran ini di masa depan. Hingga Juli 2026, status resminya tetap: dilarang, dengan regulasi yang sedang disiapkan.

Aljazair

Aljazair termasuk negara paling ketat di kawasan ini. Undang-Undang Keuangannya secara tegas melarang kepemilikan, penjualan, pembelian, dan penggunaan mata uang virtual. Sikapnya di sini jelas dan tegas. Ketentuannya adalah Pasal 117 Undang-Undang Keuangan 2018, yang dimuat dalam Journal Officiel 28 Desember 2017.

Yordania

Bank Sentral Yordania melarang bank dan lembaga keuangan bertransaksi dengan kripto, serta memperingatkan individu tentang risikonya. Belum ada pengakuan resmi sebagai alat pembayaran, dan belum ada kerangka lisensi yang komprehensif hingga saat ini, meski diskusi tentang regulasi di masa depan terus berlanjut. Larangan ini berakar pada Surat Edaran No. 1/1/2451 tertanggal 20 Februari 2014, yang ditujukan kepada bank serta perusahaan keuangan, penukaran valuta, dan kartu pembayaran.

Kuwait

Kuwait mengambil sikap tegas: regulatornya (Otoritas Pasar Modal dan Bank Sentral Kuwait) melarang penggunaan kripto untuk pembayaran dan investasi, menolak mengakuinya sebagai mata uang sah, serta membatasi penambangan sebagai aktivitas komersial. Keempat larangan — pembayaran, investasi, perizinan, dan penambangan — tercantum dalam surat edaran Bank Sentral Kuwait 17 Juli 2023.

Qatar

Qatar Financial Centre melarang penyediaan layanan aset virtual, dan Bank Sentral Qatar memperingatkan soal perdagangan kripto. Di sisi lain, Qatar meluncurkan kerangka untuk aset tokenisasi, tetapi saat ini kerangka tersebut mengecualikan kripto tradisional seperti Bitcoin. Otoritas regulasi QFC menegaskan pada September 2024 bahwa kripto dan stablecoin adalah "Excluded Tokens" dalam kerangka aset digital 2024 mereka, sehingga pembatasan dari peringatan 2019 masih berlaku atasnya.

Cara tetap berada di sisi yang aman

Di mana pun Anda tinggal, ada beberapa prinsip umum yang bisa melindungi Anda:

  1. Periksa sumber resmi: Baca surat edaran atau pernyataan terbaru dari regulator di negara Anda sebelum mengambil langkah apa pun.
  2. Pahami perbedaan antara "belum diregulasi" dan "dilarang": Ketiadaan regulasi tidak selalu berarti dilarang, dan sebaliknya.
  3. Perhatikan aspek pajak dan hukum: Beberapa negara tetap mengenakan pajak atas keuntungan meski belum ada kerangka perdagangan yang lengkap.
  4. Waspadai platform yang tidak jelas: Pilih platform yang transparan, dan ingat bahwa janji keuntungan "terjamin" selalu menjadi tanda bahaya.
  5. Tinjau situasi secara berkala: Apa yang benar hari ini bisa berubah dalam hitungan bulan.
// warning

Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan nasihat hukum, keuangan, atau keagamaan. Regulasi seputar kripto di negara-negara Arab berubah dengan cepat, dan halaman ini mungkin tidak mencerminkan pembaruan setelah Juli 2026. Sebelum mengambil keputusan apa pun, konsultasikan dengan regulator resmi di negara Anda dan mintalah saran dari profesional hukum berlisensi. Kripto memiliki risiko tinggi, dan tidak ada bagian dari artikel ini yang merupakan rekomendasi untuk membeli atau memperdagangkannya.

Kesimpulan

Tidak ada jawaban tunggal soal legalitas kripto di dunia Arab. UEA menawarkan model paling teregulasi, sementara negara-negara lain berkisar antara peringatan dan larangan tegas, dengan sebagian sedang menyiapkan kerangka baru yang bisa mengubah gambaran ini dalam waktu dekat. Aturan emasnya: kenali hukum negara Anda dari sumber resminya, dan dasarkan keputusan Anda pada informasi terkini, bukan rumor.

// warning

Koreksi · 10 Agustus 2026. Artikel ini menyebut Otoritas Sekuritas dan Komoditas sebagai regulator UEA; lembaga itu digantikan oleh Otoritas Pasar Modal pada 1 Januari 2026, yang Kerangka Aset Virtual-nya berlaku sejak 13 April 2026. Baris Arab Saudi menyebut "belum ada kerangka lisensi yang jelas untuk individu"; posisi yang akurat, menurut pernyataan bersama regulator tahun 2018, adalah tidak ada pihak mana pun di dalam Kerajaan yang berwenang melakukan transaksi semacam itu sama sekali. Keduanya telah dikoreksi.

Artikel terkait

~/cryptoKripto